3 Resep Kue Apem Sederhana Gula Merah dan Tepung Beras

kue apem

Charmingbrides – Kue apem, sebuah kudapan tradisional yang masih tetap eksis hingga kini, sering menjadi primadona pada beragam acara. Meskipun teksturnya tidak selembut sponge cake atau cheesecake yang sedang naik daun, kue apem memiliki daya tarik tersendiri yang sulit tertandingi oleh kue-kue lainnya.

Sebagian besar masyarakat, terutama mereka yang berasal dari Pulau Jawa, pasti sudah tidak asing lagi dengan kue apem. Kehadirannya sering menghiasi meja pada acara-acara istimewa. Misalnya, dalam menyambut datangnya tahun baru Islam atau 1 Muharram.

Kue apem juga telah menjadi ikon kuliner dari Yogyakarta dan daerah-daerah lain Pulau Jawa. Terbuat dari campuran tepung kanji, tepung beras, parutan kelapa muda, dan bahan-bahan lainnya, kue ini tidak hanya menggugah selera, tetapi juga menyimpan nilai-nilai budaya dan sejarah yang kuat.

Asal-Usul Sejarah dan Penamaan Kue Apem

Meskipun kue apem sering di kaitkan dengan tradisi syukuran atau kekhasan Jawa, namun menurut informasi dari laman Wikipedia, asal-usul kue ini dari India. Di India, kue ini terkenal dengan nama “Appam”. Konon, kue ini pertama kali di perkenalkan oleh Ki Ageng Gribig, seorang keturunan Prabu Brawijaya yang kembali dari perjalanan ke tanah suci dengan membawa kue apem.

Ki Ageng bersama salah satu murid Sunan Kalijaga kemudian membagikan kue apem tersebut kepada masyarakat sekitar. Sejak saat itu, membagikan kue menjadi bagian dari budaya dan tradisi masyarakat Jawa untuk mengungkapkan rasa syukur dan momen-momen penting lainnya, termasuk penyambutan satu Muharram atau satu suro bersama makanan lain seperti nasi tumpeng, ayam ingkung, dan bubur merah putih.

Kata penamaan “apem” sendiri di yakini berasal dari bahasa Arab, yaitu “afuan” atau “afuwwun”, yang berarti pengampunan. Kemudian, orang Jawa menyederhanakan penyebutannya menjadi “Apem”, sehingga dalam filosofi Jawa, kue apem di anggap sebagai simbol pengampunan atau permohonan ampun dari berbagai kesalahan.

Kue apem seringkali hadir dalam berbagai acara, mulai dari syukuran, menyambut bulan puasa, hingga acara berkabung. Di Jawa Barat, kue apem memiliki makna sebagai simbol kebersamaan dan perlindungan dari kesialan. Kue ini biasanya di bagikan kepada tetangga dan dimakan bersama-sama.

Tradisi Kue Apem dalam Hajat Dalem

Kue apem menjadi bagian tak terpisahkan dari penganan yang wajib tersedia dalam salah satu tradisi istana Keraton Yogyakarta, khususnya dalam rangkaian acara Hajat Dalem untuk memperingati hari ulang tahun kenaikan tahta Sultan HB X. Tradisi ini rutin di peringati setiap tanggal 29 Rajab. Dalam rangkaian agenda Hajat Dalem tersebut, ritual di mulai dengan prosesi ngebluk dan ngapem.

Eksistensi kue apem sangat terlihat pada prosesi ngebluk yang di pimpin oleh para putri raja dan abdi dalem keparak. Menurut kratonjogja.id, ngebluk merupakan upacara pengolahan adonan yang akan di jadikan Apem, yang di tandai dengan suara “bluk” yang timbul saat pengolahan adonan. Adonan Apem yang telah di olah selama prosesi ngebluk kemudian di masak dalam prosesi ngapem. Kue yang di hasilkan memiliki dua varian utama.

Pertama, ada apem biasa berukuran kecil, yang di buat oleh permaisuri dan putri dalem, termasuk putri Sultan HB X. Kedua, ada apem mustaka yang berukuran besar. Apem mustaka ini disiapkan oleh sentana dalem putri yang telah menopause. Kue kemudian disusun sesuai dengan tinggi badan Sultan HB X.

Kue apem kemudian dibagikan kepada kerabat, abdi dalem, dan keluarga Sultan dalam rangkaian acara tersebut, mirip dengan tradisi masa wali songo. Dalam lingkungan Keraton Yogyakarta, kue ini menyiratkan simbol permohonan maaf atau ampunan. Pembagian kue dilakukan dalam Upacara Sugengan yang diselenggarakan di Bangsal Kencana.

Resep Kue Apem Sederhana

Berikut adalah resep sederhana untuk membuat Kue Apem:

Bahan

  • 250 gram tepung beras
  • 100 gram tape singkong
  • 60 gram tepung terigu
  • 200 gram gula pasir
  • 1/2 sendok teh fermipan
  • 400 ml santan kelapa encer, direbus dan didiamkan sampai hangat
  • 1/2 sendok teh vanili

Cara Membuat

  • Lumatkan tape singkong hingga halus. Tambahkan gula pasir, lalu uleni hingga tercampur rata.
  • Masukkan tepung terigu dan tepung beras ke dalam campuran tape singkong dan gula. Uleni kembali sampai semua bahan adonan tercampur dengan baik dan merata.
  • Siapkan gelas, lalu campur fermipan dengan air hangat suam-suam kuku. Aduk hingga tercampur merata. Biarkan selama sekitar 5 menit agar fermipan aktif.
  • Larutan ragi yang telah aktif ini bisa langsung dituangkan ke dalam adonan tepung. Tambahkan ragi secara bertahap sambil terus mengaduk. Kemudian, tambahkan santan kelapa. Aduk hingga merata.
  • Tutup wadah adonan dengan serbet bersih. Diamkan selama sekitar satu jam. Sementara itu, panaskan cetakan dan olesi dengan mentega.
  • Tuangkan adonan ke dalam cetakan yang sudah dipanaskan. Tutup cetakan dan panggang hingga matang.
  • Apem yang telah matang dan empuk siap untuk disajikan.

Resep Kue Apem Gula Merah

Berikut adalah resep untuk membuat Kue Apem Gula Merah:

Bahan-Bahan

  • 500 gram tepung beras
  • 250 gram tepung terigu
  • 300 gram tape singkong, haluskan
  • 400 gram gula merah, iris tipis
  • 50 gram gula pasir
  • 6 gram fermipan
  • 200 ml santan kelapa
  • 1 liter air
  • 1 sendok teh garam halus

Cara Membuat

  • Campur tepung beras, tepung terigu, tape singkong, fermipan, gula merah, dan gula pasir dalam sebuah wadah. Aduk hingga semua bahan tercampur dengan baik.
  • Tuangkan santan dan air secara bertahap ke dalam adonan sambil terus di aduk hingga adonan menjadi licin dan tidak bergerindil.
  • Tambahkan garam serta aduk rata. Tutup wadah dengan lap basah yang bersih serta istirahatkan adonan selama 60 menit.
  • Siapkan cetakan yang telah di lapisi daun pisang serta di olesi dengan minyak goreng.
  • Panaskan kukusan.
  • Setelah istirahat, adonan akan mengeluarkan gelembung-gelumbung udara. Aduk kembali adonan untuk mengeluarkan udara tersebut.
  • Tuangkan adonan ke dalam cetakan hingga 2/3 penuh. Kukus selama sekitar 30 menit.
  • Setelah kue apem dingin, keluarkan dari cetakan.

Resep Kue Apem Tepung Beras

Berikut adalah resep untuk membuat Kue Apem Tepung Beras:

Bahan-bahan

  • 200 gram tepung beras.
  • 50 gram tepung terigu.
  • ¼ sendok teh vanili.
  • 150 gram gula pasir.
  • 400 mililiter air panas.
  • 1 sendok makan ragi instan.
  • Garam secukupnya.
  • ½ sendok teh baking powder.
  • Pewarna makanan sesuai selera.

Cara membuatnya

  • Campurkan tepung beras, tepung terigu, vanili, serta garam sampai merata dalam sebuah wadah.
  • Campurkan gula ke dalam air panas, aduk hingga larut, dan tunggu hingga suhunya hangat kuku.
  • Selagi air masih hangat, masukkan ragi instan ke dalamnya dan aduk hingga larut.
  • Tuangkan larutan ragi ke dalam campuran tepung, aduk hingga merata.
  • Saring adonan untuk menghilangkan gumpalan tepung, lalu tutup dengan plastik wrap dan diamkan selama 30 menit.
  • Setelah 30 menit, tambahkan baking powder ke dalam adonan serta aduk perlahan hingga rata. Diamkan lagi selama 5 menit.
  • Bagi adonan menjadi 3 bagian atau sesuai selera, lalu tambahkan pewarna makanan masing-masing.
  • Panaskan kukusan, serta olesi cetakan dengan minyak goreng secara merata.
  • Tuangkan adonan ke dalam cetakan hingga mencapai ¾ bagian dan kukus selama 10-15 menit.
  • Pastikan untuk melapisi kukusan dengan serbet atau kain bersih agar uap air tidak menetes ke adonan.
  • Setelah matang, angkat kue dari kukusan serta biarkan dingin sejenak agar lebih mudah di keluarkan dari cetakan.
  • Terakhir, keluarkan kue dari cetakan dan kue apem tepung beras siap untuk di nikmati.

Selamat mencoba dan menikmati hidangan Kue Apem Tepung Beras, semoga Anda dan keluarga menyukainya.


Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *